Antara Ujian Nasional, Politik dan Reality Show

Ada tiga hal yang cukup menarik perhatian saya terhadap berita akhir-akhir ini. Pertama adalah berita tentang ujian nasional. Pelaksanaan ujian nasional untuk tingkat SMA tahun ini menurut saya “lebih baik” daripada tahun lalu. Meskipun ada beberapa oknum yang membocorkan soal ujian nasional dan ada praktik-praktik kecurangan, tetapi bagi saya itu wajar. Dalam prosentase 100 % pasti ada eror yang perlu kita maklumi.

Berita tentang bocoran soal ujian nasional, kecurangan-kecurangan dan lambannya distribusi soal tidak seheboh tahun lalu. Jika diperhatikan berita tentang politik lebih mendominasi daripada berita tentang ujian nasional. Maklum, bangsa ini baru saja melaksanakan pemilu legislatif, 9 April. Berita tentang koalisi parpol, sepertinya lebih menarik untuk diekpos daripada berita tentang bocornya ujian nasional. Lihat saja, berita pagi, siang, sore dan malam lebih banyak berisi siapa mau dipasangkan dengan siapa, koalisi ini dengan itu dan seterusnya seperti tidak ada hentinya. Sungguh membosankan.

Berita politik lainnya yang menutupi berita ujian nasional adalah berita tentang lambannya tabulasi nasional¬† perhitungan suara oleh KPU. Masak jumlah suara yang masuk melalui perhitungan elektronik belum mencapai 10 % dari total suara 170 juta. Hm…sungguh memalukan.

Dari pada melihat berita politik, lebih baik Anda melihat tayangan reality show. Sedikit menghibur sekaligus cuci mata, siapa tahu Anda memperoleh inspirasi. Mungkin tayangan reality show tahun ini lagi mewabah. Lihat saja, hampir semua stasiun televisi saat ini memiliki tayangan reality show dengan berbagai cerita dan kasus. Dan pemirsa semakin dimanjakan dengan tayangan ini.

Di balik semua tayangan reality show saat ini ada satu benang merah yang mungkin dapat saya simpulkan. Anda boleh tidak setuju. Pergaulan remaja di Indonesia saat ini sungguh perlu menjadi perhatikan kita semua. Seks bebas, narkoba, pergaulan tidak sehat dan lain-lain menjadi suatu hal yang biasa di kalangan remaja. Sepertinya para remaja sudah terbiasa dengan hal-hal ini dan tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. Peran keluarga terutama orang tua sebenarnya sangat penting disini.

Tidak hanya remaja, orang tua pun ternyata ikut gila juga. Saya pernah melihat beberapa kali di salah satu tayangan reality show, tentang orang tua yang berselingkuh, memiliki pacar lebih dari satu-dua-duanya hamil, orang tua yang berselingkuh dengan pacara anaknya, seorang remaja yang berselingkuh dengan om pacarnya dan lain-lain. Mungkin saja kasus-kasus tersebut sudah ada sejak lama, dan mungkin karena banyak stasisun televisi kasus-kasus tersebut menjadi semakin terlihat di permukaan.

Lepas dari itu semua, mungkin kita bisa mengambil kesimpulan dan merefleksikan sendiri ada apa di balik berita dan reality show saat ini. Semakin banyak informasi yang kita terima, maka kita akan semakin cerdas, bukan untuk meniru pengalaman-pengalaman yang salah, tetapi seharusnyalah kita dapat mengambil hikmah dan membuat kita semakin dewasa dalam kehidupan.

Antara Ujian Nasional, Politik dan Reality Show | istiyanto | 4.5