M-Learning atau E-Learning ?

Siapa yang saat ini tidak mengenal handpone (HP) ? Sebagian besar dari anak SD sampai SMA memiliki HP, sehingga HP bukanlah barang yang istemewa atau mewah untuk saat ini. Lain halnya ketika saya SMA. Saat itu HP masih menjadi barang mewah dan jarang ada siswa yang memilikinya.

Seiring perkembangan waktu, peran e-learning mulai tergeser dengan adanya m-learning (mobile learning). Dalam hal ini m-learning tidak pernah menggantikan e-learning, karena sarana yang digunakan memang berbeda. Jika e-learning menggunakan internet sebagai sarana dalam proses pembelajaran, maka m-learning memacu pada teknologi mobile (HP) sebagai sarana dalam proses pembelajaran.

Pernahkah Anda melihat siswa yang belajar menggunakan hp ? Baik itu melihat video tutorial atau mendengarkan musik ? Yap, saat ini memang belum banyak lembaga pendidikan yang memanfaatkan m-learning dalam proses pembelajaran. Tetapi ke depan menurut saya, teknologi m-learning akan semakin banyak digunakan karena melihat kebutuhan pengguna yang saat ini lebih banyak menggunakan teknologi mobile. Selain itu, teknologi m-learning memiliki keunggunalan dalam hal kepraktisannya, karena media yang digunakan cukup kecil dan bisa dibawa kemana-mana. Namun konsekuensinya konten-konten yang bisa digunakan dalam m-learning harus memiliki ukuran file yang relatif lebih kecil. Teknologi java  tentu akan banyak berperan dalam m-learning.

Lalu konten-konten apa saja yang bisa diletakkan dalam m-learning ? Beberapa konten diantaranya:
1. File-file pdf (tutorial, modul, soal-soal latihan)
2. Media pembelajaran berbasis flash
3. File-file office (word, excel, ppt)
4. File-file multimedia (music, video)
5. Game-game pendidikan dll.

Tentu saja untuk dapat menjalankan aplikasi-aplikasi diatas, handpone yang digunakan juga harus mendukung format-format file dari media diatas. Sehingga spesifikasi handpone juga termasuk salah satu hal yang menjadi prasyarat untuk dapat menggunakan m-learning.

M-learning dan e-learning sebenarnya dapat berjalan bersamaan. Bahkan saat ini sudah banyak para siswa yang menggunakannya. Misalnya para siswa dapat mengakses materi pembelajaran yang disediakan oleh gurunya melalui browser yang terdapat pada handpone mereka masing-masing. Dan menurut saya ini merupakan langkah maju  penggunaan teknologi dalam bidang pendidikan. Namun biaya untuk mengakses internet dan jaringan internet masih menjadi kendala dalam hal ini. Untuk mengatasi hal ini sebenarnya sekolah dapat menggunakan fasilitas wifi, sehingga siswa dapat dengan mudah menggunakan m-learning ketika meraka belajar. Cara lain adalah dengan memberikan file-file pembelajaran secara offline, artinya siswa meng-copy file-file tersebut dari gurunya tanpa menggunakan internet (misalnya bluetooth, infrared, kabel usb dll).

Sebagai seorang yang bergerak dalam bidang pendidikan, saya sangat mendukung penggunaan m-learning dalam proses pembelajaran. Semakin banyak cara yang dilakukan siswa dan banyaknya media yang menarik dalam belajar akan semakin mudah pula memahami materi yang mereka pelajari. Saya yakin ke depan teknologi m-learning akan berkembang dengan pesat di Indonesia.

M-Learning atau E-Learning ? | istiyanto | 4.5