Pengumuman Kelulusan UN 2010: 154.079 Siswa SMA-MA Tak Lulus UN

Persentase kelulusan untuk tahun 2010 mengalami penurunan sebesar 4 persen. Jika tahun 2009 tingkat kelulusan mencapai 93,7%, maka untuk tahun 2010 hanya mencapai 89,61%. Untuk tahun ini jumlah peserta UN SMA-MA sebanyak 1.522.162 sedangkan siswa yang tidak lulus sebanyak 154.079 atau 10.19%.

Menurut Mendiknas, DIY merupakan propinsi terbesar dengan jumlah siswa tidak lulus UN, yaitu sebesar 23,70%. Bagis siswa yang tidak lulus UN tahun ini, masih memiliki kesempatan untuk mengikuti UN Ulangan pada tanggal 10-14 Mei 2010. Data-data yang berkaitan dengan UN 2010:
1. Persentase kelulusan menurun, dari 93,7% menjadi 89,61%
2. Rerata meningkat, dari 7,25 menjadi 7,29
3. Siswa yang mengulang 1 mata pelajaran: 99.443 (64,5%)
4. Siswa yang mengulang 2 mata pelajaran: 25.277 (16%)
5. Siswa yang mengulang 3 mata pelajaran: 10.034 (6,5%)
6. Siswa yang mengulang 4 mata pelajaran: 4.878 (3,2%)
7. Siswa yang mengulang 5 mata pelajaran: 2.548 (1,7%)
8. Siswa yang mengulang 6 mata pelajaran: 930 (0,6%)

Bagi adik-adik yang lulus, saya ucapkan selamat dan bagi yang tidak lulus jangan berkecil, karena masih bisa mengikuti UN Ulangan.

Sumber:
Kedaulatan Rakyat, Sabtu, 24 April 2010

2 Responses to Pengumuman Kelulusan UN 2010: 154.079 Siswa SMA-MA Tak Lulus UN

  1. pak tolong kirim kan para peserta ujian nasional 2009/2010 untuk propinsi sumatra utara dan sekitar nya …..
    bagi peserta yang lulus maupun yang tidak lulus …
    trima kasi

  2. abdul rokhman says:

    mas tunjukin daftar yang lulus di kabupaten pasuruan khususnya sma gondangwetan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by WordPress | Designed by: search engine optimization company | Thanks to seo service, seo companies and internet marketing company