Refleksi Mengajar Jaringan Komputer di SMA

“Hidup yang tidak pernah direfleksikan adalah hidup yang sia-sia”. Ungkapan inilah yang selalu muncul dalam benak saya dalam perjalanan mengajar TIK di SMA Kolese De Britto. Pada posting ini saya akan merefleksikan pengalaman saya mengajar jaringan komputer di kelas XII. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan akan menjadi bahan dokumentasi yang bermanfaat.

Untuk tahun ajaran ini, saya mendapat tugas mengajar TIK di kelas XII (semua jurusan) dan XI IPS serta Bahasa. Materi TIK untuk kelas XII adalah jaringan komputer, sedangkan
untuk kelas XI adalah HTML. Satu minggu setiap kelas, memperoleh 2 jp (jam pelajaran), 1 jp = 45 menit.
jarkom kelas 12

Meskipun materi yang diberikan tidak terlalu banyak, namun menurut saya hal ini sudah cukup memberikan dasar bagi siswa-siswa kelas XII. Setidaknya kalaupun mereka tidak melanjutkan ke jenjang PT, mereka bisa menjadi “operator warnet” atau buka “rental komputer”, seperti apa yang saya katakan ketika bercanda dengan siswa-siswa.

Pertemuan pertama saya awali dengan memberikan pengantar:
1. Mengapa kita perlu belajar jaringan komputer ?
2. Sejauh mana jaringan komputer berperan dalam kehidupan kita ?
3. Tujuan pembelajaran.
4. Garis besar materi jaringan komputer, baik untuk teori maupun praktikkum.
5. Teknologi-teknologi terbaru dalam jaringan komputer.

Pada pertemuan tersebut saya menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Sebenarnya, materi akan menjadi lebih menarik jika menggunakan slide presentasi dan
menggunakan internet sebagai media untuk mencari referensi. Namun karena terbatasnya waktu dan konsentrasi siswa yang masih baik, maka saya memilih untuk lebih banyak menggunakan metode ceramah. Di akhir pertemuan saya berikan bahan fotokopi untuk digunakan pada pertemuan selanjutnya. Bahan saya fotokopi dari buku terbitan Maxikom-Pengantar Jaringan Komputer Untuk Orang Awam dan buku-buku
jaringan komputer lainnya.

Pertemuan kedua saya lanjutkan dengan membahas materi yang ada di modul. Metode yang saya gunakan ada diskusi dan tanya jawab. Materi untuk pertemuan kedua:
1. Jenis-jenis jaringan komputer berdasar cara pengaksesan dan ruang lingkupnya.
2. Topologi jaringan komputer.
3. Media fisik dan nonfisik yang digunakan dalam jaringan komputer.
4. Teknik pemasangan kabel UTP.

Pada pertemuan ini saya juga menyisipkan materi jenis-jenis sistem bilangan (biner, oktal, desimal, heksadesimal) yang akan berguna dalam pertemuan selanjutnya.
Pada prinsipnya pada pertemuan ini siswa harus dapat mengetahui:
1. Mengapa ip address diperlukan ?
2. Teknik mengubah bilangan desimal menjadi biner maupun sebaliknya.
3. Mengapa ip address nomornya seperti itu ? dll.

Pada akhir pertemuan siswa saya suruh untuk membentuk kelompok, 1 kelompok = 4 siswa. Setiap kelompok pada pertemuan selanjutnya wajib membawa:
1. Kabel UTP, minimal 2 meter.
2. Konektor RJ 45, minimal 6 buah.

Kalau ada yang memiliki tang krimping juga boleh dibawa.

Pertemuan ketiga adalah praktik memasang kabel UTP dan RJ 45 baik cross ataupun straight, namun untuk pertama setiap kelompok harus membuat tipe straight dulu kemudian dilanjutkan dengan tipe cross. Aturan yang digunakan:
1. Tipe straight (kedua ujung EIA/TIA 568 A semua atau EIA/568 B semua).
2. Tipe cross (ujung pertama EIA/TIA 568 A dan ujung lainnya
EIA/TIA 568 B).

Ternyata pada pertemuan ini siswa cukup bersemangat untuk mencoba. Meskipun salah ketika di test (menggunakan tester), namun mereka tetap bersemangat untuk mencoba lagi sampai benar.

Kendala yang saya hadapi:
1. Kelompok yang tidak disiplin, misalnya tidak membawa peralatan
akan menganggu jalannya dinamika.
2. Kelompok salah terus dan sampai akhir pelajaran tidak selesai.
3. Kesenjangan antara kelompok yang pandai dan kurang.

Materi akan lebih menarik, jika kabel yang telah dibuat (cross/straight) dihubungkan dengan komputer, baik dengan switch ataupun antarkomputer langsung sehingga mereka dapat sharing file, bermain game bersama-sama dll. Karena keterbatasan waktu maka tidak semua kelompok bisa mencoba hal tersebut. Perlu dipikirkan bagi pengajar untuk memiliki pengetahuan menghubungkan kabel UTP dengan komputer dengan berbagai sistem operasi, misalnya: windows XP dengan  windows XP, windows XP dengan windows Vista, Linux dengan windows XP dll.

Pertemuan selanjutnya:
– Praktik membuat konfigurasi jaringan komputer menggunakan Packet Tracer.
– Ulangan Teori.
– Ujian praktik.
– Keamanan jaringan komputer dan internet.
– Melihat film Eagle Eye dan video-video jaringan komputer lainnya.

Kiranya saya tidak akan memberikan refleksi untuk setiap pertemuan, karena dinamikanya cukup panjang dan hampir sama dengan beberapa dinamika di atas. Semoga beberapa hal di atas cukup mewakili. Beberapa hal yang bisa saya refleksikan dari proses belajar mengajar sampai dengan mid semester ini:
1. Mengajar jaringan komputer lebih melelahkan daripada
mengajar materi TIK lainnya meskipun begitu mengajar materi ini cukup menyenangkan, karena
lebih aplikatif.
2. Dibutuhkan persiapan yang lebih dan pengetahuan yang luas, baik jaringan komputer
maupun kemanaman jaringan komputer dan internet.
3. Apersepsi harus dibuat semenarik mungkin agar siswa lebih terpacu untuk belajar.

Semoga sharing ini bisa bermanfaat bagi kita semua dalam mengembangakan pendidikan di Indonesia. Ingat masa depan bangsa ditentukan oleh mereka semua. Apa yang kita ucapkan dan kita kerjakan akan menjadi suri teladan bagi mereka. Jadi lakukanlah segala sesuatunya sebaik mungkin dan semaksimal mungkin.

Salam,
Istiyanto

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh: fitpnf

Refleksi Mengajar Jaringan Komputer di SMA | istiyanto | 4.5