Siap menang, siap kalah

Dalam setiap kompetisi atau perlombaan, selalu ada yang menang, tetapi juga harus ada yang kalah. Kalau semuanya menang, atau semuanya kalah namanya bukan kompetisi. Jika Anda siap mengikuti sebuah kompetisi, Anda harus bersiap untuk menang, tetapi juga harus siap kalah.  Sebagian besar dari kita, mempersiapkan diri untuk menang dan melupakan untuk siap kalah, bahkan menurut saya siap kalah jauh lebih penting dari pada siap menang. Siap menang atau siap kalah merupakan bagian dari sportifitas. Orang yang tidak siap menang atau kalah berarti belum bisa dikatakan sportif.

Kemenangan bisa dianggap rejeki atau keberuntungan dari kita. Kekalahan membuat kita bisa untuk berefleksi apa yang menyebabkan kita kalah.  Refleksi hendaknya kita lakukan ke dalam diri kita, bukan ke arah luar (orang lain). Orang yang selalu menyalahkan orang lain, berarti belum bisa dikatakan sportif. Kita harus bisa mengambil makna dari setiap peristiwa kemenangan ataupun kekalahan. Kekalahan hendaknya dijadikan motivasi untuk bisa bersemangat, menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dalam mengikuti perlombaan, berulangkali saya pernah kalah, tetapi juga berulangkali saya menang.  Dalam setiap kekalahan saya selalu berefleksi, ke dalam diri, agar kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi tidak berulang di kemudian hari. Mengambil makna dari kekalahan menurut saya jauh lebih bermakna daripada ketika mengalami kemenangan.

Jika Anda sudah siap untuk menang, sekaligus siap untuk kalah, berarti Anda sudah memiliki mental juara.

Salam,
Istiyanto

Siap menang, siap kalah | istiyanto | 4.5