Sulitnya Mengajar Matematika (Disertai Solusi)

Advertisement

Selain sulit dipelajari (bagi sebagian besar orang), ternyata mengajar Matematika juga tidak mudah. Meskipun Anda seorang lulusan mahasiswa Matematika dengan predikat Cum Laude, itu bukan jaminan bahwa Anda akan dapat mengajar Matematika dengan mudah. Apalagi bagi orang-tua yang tidak memiliki begitu banyak pengalaman dalam pendampingan siswa. Banyak orang-tua yang mengalami kesulitan ketika mendampingi anak-anaknya dalam belajar Matematika.

Begitu banyak alasan yang diungkapkan. Mulai dari materi yang lebih sulit (dibandingkan dulu ketika sekolah), sikap anak yang acuh, malas untuk belajar sampai dengan gangguan-gangguan game/komputer. Saya cukup banyak menerima email dari mahasiswa dan orang-tua tentang bagaimana pendampingan yang tepat bagi siswa agar dapat belajar Matematika dengan senang. Mohon maaf karena saya tidak bisa membalas email satu persatu.

Dalam tulisan ini saya berbicara dari sudut pandang sebagai orang yang pernah belajar Matematika, pernah mengajar Matematika, pernah memberikan les Matematika baik untuk siswa SD, SMP dan SMA. Saya juga pernah mengalami dinamika sulitnya mengajar Matematika pada anak dengan kemampuan menengah ke bawah (di bawah rata-rata). Mengajar Matematika tidak akan menjadi masalah jika Anda memiliki anak dengan kemampuan dan semangat belajar tinggi. Namun masalahnya, bagaimana mengajar Matematika untuk anak-anak di bawah rata-rata ?

Saya sedikit punya solusi yang mungkin bisa membantu Anda.
Pertama. Bawa anak menyukai Matematika terlebih dahulu. Ubah mindset anak. Katakan bahwa belajar Matematika itu menarik, menantang dan menyenangkan. Ceritakan bahwa Matematika diterapkan dimana saja, mulai dari sekeliling kita, teknologi dan penerapan dalam berbagai bidang kehidupan. Matematika merupakan ilmu dasar, dasar dari teknologi. Seseorang yang dapat belajar Matematika, tidak akan mengalami kesulitan ketika belajar ilmu-ilmu yang lain. Saat ini juga sudah dikembangkan Matematika Realistik yang akan membawa anak ke kehidupan nyata. Saya yakin bahwa Anda memiliki 1000 cara untuk memotivasi anak. Gabungkan kemampuan yang Anda miliki untuk membuat Matematika menarik untuk dipelajari.

Kedua. Tekankan bahwa belajar Matematika adalah dengan latihan. Belajar Matematika tidak hanya dengan membaca, membayangkan atau hanya dengan menghafalkan kemudian langsung bisa. Semakin banyak berlatih, anak akan memiliki banyak pengalaman untuk mengerjakan soal-soal. Berikan soal-soal latihan mulai dari yang paling mudah sampai yang paling sulit.  Dalam buku-buku Matematika, soal yang mudah biasanya dimulai dari nomor kecil. Semakin besar nomor soal, soal memiliki tingkat kesulitan yang lebih. Jangan beri lansung kepada anak soal yang sulit, karena jika anak mulai mengerjakan dari soal yang sulit, maka jika tidak bisa dikerjakan, anak akan merasa malas untuk mengerjakan soal yang lain.

Ketiga. Beri pemahaman pada anak, bahwa setiap anak memiliki kemampuan dalam bidang Matematika, hanya tinggal mau diasah atau tidak. Anak yang sulit belajar Matematika sebenarnya hanya ketidakmauan dari anak untuk memulai atau memiliki rasa malas/trauma belajar Matematika. Yakinkan bahwa anak mampu mengerjakan soal-soal Matematika.

Keempat. Belajar secara teratur. Belajar secara instan, SKS (Sistem Kebut Semalam) bukanlah cara untuk berhasil dalam Matematika. Belajar Matematika diperlukan keteraturan, kedisiplinan. Dengan banyak mengerjakan soal-soal latihan secara teratur saya yakin bahwa anak akan lebih menyukai Matematikan dan merasa tertantang untuk mengerjakan soal-soal yang lain.

Demikian sedikit solusi yang bisa saya tawarkan untuk Anda ketika mendampingi anak-anak belajar Matematika. Semoga bermanfaat !

Salam,

Istiyanto

Advertisement
Sulitnya Mengajar Matematika (Disertai Solusi) | istiyanto | 4.5