Ujian Nasional 2011 dan Database Nilai

Aturan Ujian Nasional (UN) 2011 makin rumit saja. Bagaimana tidak, selain sekolah harus memberikan persiapan secara batin dan kognitif kepada para siswanya,  sekolah juga disibukkan dengan pengumpulan file nilai mata pelajaran yang di UN-kan mulai dari semester 3 sampai dengan semester 5. Nilai-nilai tersebut dikumpulkan beberapa minggu sebelum pelaksanaan Ujian Nasional.

Yang bikin rumit lagi, aturan Ujian Nasional selalu berubah setiap tahun dan diumumkan secara mendadak. Jika tahun lalu masih ada ujian ulangan, maka tahun ini tidak ada lagi. Payah sekali. Apakah pembuat aturan Ujian Nasional tidak pernah belajar merencanakan sesuatu (planning). Semua aturan biasanya  baru diumumkan akhir-akhir tahun/akhir semester 1, padahal Ujian Nasional tinggal 3 atau 4 bulan lagi. Sepertinya enak saja mereka buat aturan. Mungkin, mereka mudah untuk membuat aturan, karena mereka belum pernah menjadi guru. Coba saja mereka jadi guru, pasti juga akan pusing. Sekolah, guru, siswa dan orang-tua semuanya dibuat bingung. Planning yang mendadak, aturan berubah-ubah, makin membuat carut-marut saja dunia pendidikan kita.

Membuat Nilai
Sekolah yang tidak memiliki database nilai siswa, semakin tambah pusing. Nilai yang pernah di print dan diberikan ke siswa tidak pernah diarsipkan secara bagus, apa adanya, dan semrawut. Mungkin diantara kita dulu tidak berpikiran bahwa nilai semester 3 akan dijadikan sayarat Ujian Nasional. Memang, dengan aturan ini, siswa akan lebih diuntungkan, karena kelulusan tidak hanya didasarkan pada Ujian Nasional yang diselenggarakan pemerintah, tetapi juga ujian yang diselenggarakan sekolah.

Ada juga sekolah-sekolah yang rutin dan rajin melakukan pengarsipan database. Namun rasio antara yang mengarsipkan dengan yang tidak, menurut saya lebih banyak yang tidak. Lalu bagaimana jika sekolah tidak memiliki database nilai siswa ? Mungkin saja membuat nilai. Nilai rapor lama diganti dengan rapor baru (dengan perbaikan nilai). Ha3x. Semakin tambah kacau saja !

Solusi yang saya tawarkan

1. Mulailah membuat sistem database yang terintegrasi, artinya sistem ini kompatibel dan mudah dalam pengolahan, dengan berbagai macam aturan yang setiap saat bisa berubah. Sistem Informasi Akademis Siswa dengan database handal saat ini sudah banyak ditemui, baik yang berbasis desktop application maupun berbasis web dengan variansi harga yang berbeda-beda. Salah satu yang penting ketika sekolah menggunakan sistem tersebut adalah bahwa sekolah harus memiliki SDM dan perangkat keras yang mendukung.

Sistem terjelek yang bisa dibuat sekolah adalah dengan Excel, meskipun secara prinsip Excel bukanlah database application. Sekolah secara rutin bisa membuat ledger nilai setiap semester sesuai dengan nilai pada rapor siswa.

2. Dokumentasi File Nilai
File nilai/ledger/rapor yang sudah dibuat perlu didokumentasikan. Hal ini untuk menghindari dari file rusak, hilang, terkena virus, perubahan data oleh pihak lain, dan musibah/bencana. Pendokumentasian dapat dilakukan dengan  pengumpulan file secara teratur, sistematis dan disimpan dalam CD/DVD/perangkat penyimpanan lainnya. Penyimpanan juga diatur sedemikian rupa dengan beberapa kali penggandaan agar suatu saat dapat dicari dengan mudah.

Selain agar ukuran file lebih kecil, file rapor siswa sebaiknya juga diubah dalam bentuk PDF agar memudahkan kita jika suatu saat jika kita ingin mencetak lagi .

Semoga bermanfaat !!!

Salam,

ISTIYANTO

Ujian Nasional 2011 dan Database Nilai | istiyanto | 4.5