< Browse > Home / Cerita / Blog article: Ujian Nasional Tidak Lulus 100 Persen, Salah Siapa ?

| Mobile | RSS

Ujian Nasional Tidak Lulus 100 Persen, Salah Siapa ?

June 5th, 2009 | 5 Comments | Posted in Cerita

Jika ada sekolah yang semua siswanya lulus 100 persen adalah biasa. Namun, jika ada sekolah yang semuanya tidak lulus 100 persen adalah luar biasa. Berita mengenai hal tersebut selalu muncul setiap tahun dan sepertinya belum ada usaha yang baik. Yang menjadi pertanyaan: mengapa hal ini bisa terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab dalam permasalahan ini ? Guru, orang tua, kepala sekolah, siswa atau bahkan Depdikanas. Perlu dikaji faktor-faktor apakah yang menyebabkan semua siswa dalam satu sekolah tidak lulus.

1. Guru
Dalam hal ini apakah guru sudah berusaha maksimal ? Apakah guru sudah mendampingi siswa-siswanya secara masksimal dalam menghadapi UAN. Atau hanya sekedar memberikan sedikit materi, sedangkan materi pendalaman dan soal-soal latihan diberikan ke lembaga bimbingan belajar atau guru lesnya.

2. Sekolah
Apakah sekolah sudah memberikan fasilitas kepada siswa-siswanya untuk mempersiapkan UAN ? Fasilitas tidak
terbatas fasilitas fisik namun juga fasilitas dalam bentuk moril berupa pendampingan, pembekalan psikis, dan dorongan-dorangan kepada siswa-siswanya. Ataukah sekolah hanya sekedar mencarikan bimbingan belajar untuk memberikan pelajaran tambahan ? Atau mungkin ada sekolah yang mengandalkan soal UAN bocor, dan merencanakan strategi-strategi busuk untuk menyelamatkan siswa-siswanya. Seperti terjadi dalam UAN 2009, ada beberapa kepala sekolah yang berkonspirasi membuat kunci jawaban dengan dalih takut dipecat kalau ada siswa di sekolahnya yang tidak lulus. Seekstrim itukah wajah kepala sekolah kita ?

3. Pemerintah
Pemerintah dalam hal ini bisa Departemen Pendidikan Nasional atau Departemen Pendidikan Propinsi. Sejauh mana
pemerintah mengetahui permasalahan-permasalahan di daerah berkaitan dengan ujian nasional ? Apakah pemerintah
hanya menutup mata dengan dalih ingin meningkatkan prestasi nasional. Tidakkah pemerintah melihat bagaimana ketimpangan materi pembelajaran dari daerah yang satu dengan daerah yang lain ? Apakah jadwal sudah di atur dengan baik dengan masa sosialisasi yang cukup ? Semuanya perlu dikaji secara mendalam dan tidak serta merta menaikkan tingkat kelulusan dari tahun ke tahun. Semua mengetahui bahwa tujuan pemerintah adalah baik, namun itu semua juga memerlukan waktu untuk memperoleh hasil yang maksimal. Keberhasilan pendidikan tidak hanya dilihat
dari kelulusan UAN, namun faktor-faktor yang lain juga perlu dipertimbangkan.

4. Siswa
Siswa merupakan peran utama dalam UAN. UAN sepertinya menentukan hidup mati siswa, dan mempengaruhi psikis siswa setelah pengumuman. Ada siswa yang tidak lulus kemudian bunuh diri ? Ekstrim sekali. Sejauh mana siswa mempersiapkan UAN ? Apakah siswa mempersiapkan UAN hanya 1 bulan sebelumnya ? Dan apakah siswa hanya mengandalkan bocoran, mengatur strategi untuk membuat contekan denga kertas, handpone dan lainnya.

Yang jelas dalam hal ini tidak ada yang perlu disalahkan dalam hal ini. Pemerintah sudah menjalankan fungsinya dengan baik. Prestasi nasional meningkat adalah tujuan kita bersama. Namun, pemerintah sebagai pembuat sistem juga harus mempertimbangkan dengan baik pelaksanaan ujian nasional, dikaji secara mendalam dan mengecek sampai tingkat yang paling bawah. Dari pusat mungkin kelihatan baik, padahal di daerah banyak ketimpangan-ketimpangan. Guru, sekolah dan siswa juga harus mempersiapkan UAn sejak dini. Dan jangan hanya mengandalkan bocoran saja. Apalah artinya semua siswa lulus 100 persen jika diraih dengan ketidakjujuran ? Kita semua perlu arif dan bijaksana dalam masalah UAN tersebut. Menurut saya, jika ada sekolah yang tidak lulus 100 persen adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya bagian tertentu saja dan kita juga tidak perlu saling menyalahkan.



Info Menarik Lainnya


Follow Discussion

5 Responses to “Ujian Nasional Tidak Lulus 100 Persen, Salah Siapa ?”

  1. ayu Says:

    ia sih pak,, namun pada kenyataanya almamater sekolahlah yang mendapat
    imbas dari itu semua jika ada siswanya yang tdak lulus,, bukannya pemerintah,,
    sehingga sering kita dengar berita ada seorang kepala sekolah membuat sebuah
    bocoran utk sang anak murid,,
    doa pak kepala sekolah : “ seandainya murid- muridku otaknya secanggih
    albert einstein,, saya ga perlu repot2 sperti ini ya tuhAN“
    just ilustrasi don`t be angry boz

  2. Danielz Says:

    Wah.. artikelnya bagus banget.. Mas saya minta ijin mengutip artikel ini untuk blog saya ya.. Tapi saya tidak mengutip 100%, pasti saya edit.. Nanti juga saya cantumkan sumbernya/referensinya dari Mas Istiyanto.. Trimakasih..

  3. ardan Says:

    salahnya siswanyalah

  4. neng®atna Says:

    benar! sebiaknya kita tidak saling menyalahkan. jika semua lapisan melakukan yang terbaik. ada sangat abanayk jalan bagi kita untuk menuju Indonesia cerdas. Masalahnya adalah: KITA MAU ATAU TIDAK MEMANFAATKAN PENDIDIKAN INI? dan, bukankah ada sekolah gratis? hum?

  5. zuhair Says:

    satu lagi yang kurang, faktor orang tua. Apakah orang tua sudah memperhatikan dengan baik cara belajar anak-anaknya di rumah? Tanggung jawab pendidikan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Peran yang paling besar tentu saja tetap harus dipegang oleh orang tua

Leave a Reply

Silahkan masukkan email Anda di form berikut untuk menjadi Member Gratis di Istiyanto.Com. Dapatkan info seputar Matematika, Komputer dan Media Pembelajaran dengan menjadi Member Gratis di Istiyanto.Com



Enter your email address:

Delivered by FeedBurner



Jumlah Member saat ini:






Di Oracle IndonesiaBukit Surya Kaliurang California 2006LPMP 2008Taman SafariParakanE-Learning Award 2008